Hari ini62
Kemarin133
Minggu kemarin876
Bulan kemarin2.400
| Pengarang | : | Farouq Alwi |
| Penerbit | : | Balai Kajian & Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan Penerbit Adicita Karya Nusa |
| Tanggal terbit | : | |
| Jumlah halaman | : | 36 hlm. Duotone |
| Ukuran | : | 15 x 21 cm HVS |
| Cetakan ke | : | 1, 2006 |
| Sinopsis | : | Pada zaman dahulu, di Indragiri Hilir, terdapat sebuah batu yang konon dapat berbicara seperti manusia. Batu itu dapat membuka dan menutup seperti kerang. Penduduk menyebutnya Batu Batangkup. Di desa itu, tinggal seorang janda berna-ma Mak Minah bersama ketiga anaknya. Ketiga anak Mak Minah itu pemalas dan nakal. Mereka selalu membantah perkataan emaknya. Karena sangat sedih, Mak Minah meminta Batu Batangkup agar menelan dirinya. Maka, Mak Minah pun ditelan Batu Batangkup. Ketiga anaknya kemudian mencari, lalu menemukan emaknya berada dalam batu besar. Mereka memohon agar ibunya dilepaskan, namun batu itu hanya diam. Mengapa Batu Batangkup diam saja? Apakah ia tidak dapat membuka lagi? Ataukah ia enggan membuka? Akankah Batu Batangkup mengeluarkan Mak Minah dari perutnya? Agar tidak penasaran, simak kisah selengkapnya di dalam buku ini! |